Kamis, 27 Agustus 2026

Benjolan di Daun Telinga Terasa Nyeri Saat Disentuh, Apakah Tanda Infeksi, Bisul, atau Tanda Bahaya Lain?

Masalah Pada Telinga - Benjolan di daun telinga yang terasa nyeri ketika disentuh sering kali membuat orang langsung berpikir bahwa itu adalah jerawat atau bisul, terlebih jika permukaannya tampak merah dan sedikit membengkak. Namun, rasa sakit pada benjolan sebenarnya merupakan tanda bahwa sedang terjadi sesuatu pada jaringan di sekitarnya, biasanya berupa peradangan, iritasi, sumbatan, atau infeksi, sehingga penyebabnya tidak selalu dapat ditentukan hanya dari penampilan luar. Daun telinga memiliki kulit, folikel rambut, jaringan lunak, serta pada bagian tertentu terdapat tulang rawan, sehingga benjolan yang terasa sakit dapat muncul melalui mekanisme yang berbeda-beda. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa bisul merupakan infeksi kulit yang umumnya berkaitan dengan bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan infeksi pada jaringan sekitar tulang rawan telinga dapat menimbulkan nyeri, kemerahan dan pembengkakan yang memerlukan perhatian medis.

Yang membuat kondisi ini menarik adalah bahwa benjolan yang sakit ketika disentuh tidak selalu berarti infeksinya sudah berat, tetapi perubahan tertentu dapat menjadi petunjuk bahwa masalah tersebut tidak sebaiknya dibiarkan. Benjolan yang awalnya kecil kemudian semakin membesar, terasa panas, kulit di sekitarnya semakin merah, muncul nanah, atau disertai demam tentu berbeda dengan benjolan kecil yang hanya terasa sedikit sensitif setelah mengalami gesekan. Karena itu, sebelum menyimpulkan bahwa benjolan tersebut hanyalah bisul, ada beberapa kemungkinan yang perlu diketahui.

Benjolan yang Nyeri dan Merah Memang Bisa Berupa Bisul
Salah satu penyebab yang paling masuk akal ketika daun telinga tiba-tiba memiliki benjolan yang terasa sakit adalah bisul atau furunkel. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa bisul merupakan infeksi pada kulit yang biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang masuk melalui luka kecil atau folikel rambut. Ketika sistem kekebalan tubuh merespons bakteri tersebut, sel-sel yang melawan infeksi berkumpul di area tersebut dan membentuk nanah, sehingga benjolan dapat terasa semakin nyeri, hangat, padat atau lunak, kemudian berkembang menjadi lebih besar.

Pada tahap awal, bisul belum tentu memiliki titik putih atau kuning yang jelas. Benjolan dapat bermula sebagai area kecil yang kemerahan dan terasa nyeri ketika tersentuh, lalu secara perlahan menjadi lebih besar dan sensitif. Cleveland Clinic mencatat bahwa bisul dapat terasa hangat dan nyeri, kemudian terisi nanah dan pada akhirnya dapat pecah serta mengeluarkan cairan. Karena telinga merupakan area yang cukup sensitif, bisul berukuran kecil sekalipun dapat terasa sangat mengganggu ketika tersentuh, terkena masker, headset, helm, atau ketika seseorang tidur dengan posisi telinga tertekan.

Menariknya, sebagian bisul memang dapat sembuh sendiri. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa banyak bisul membaik dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu, meskipun pada kondisi tertentu dokter mungkin perlu melakukan tindakan untuk mengeluarkan nanah atau memberikan pengobatan. Karena itu, keberadaan benjolan yang sakit tidak otomatis berarti seseorang harus panik, tetapi perkembangannya tetap perlu dipantau, terutama jika ukuran dan rasa sakit terus meningkat.

Kalau Disertai Panas, Merah, Bengkak dan Nanah, Kemungkinan Infeksi Semakin Perlu Dipertimbangkan
Ada perbedaan antara benjolan yang sekadar sensitif dengan benjolan yang menunjukkan tanda-tanda peradangan aktif. Ketika kulit di sekitar benjolan menjadi semakin merah atau lebih gelap dibandingkan area sekitarnya, terasa hangat, membengkak dan mengeluarkan cairan, kemungkinan adanya proses infeksi menjadi lebih kuat. NHS menjelaskan bahwa pada tindik telinga, tanda infeksi dapat berupa pembengkakan, rasa sakit, kulit terasa panas, perubahan warna yang nyata, serta keluarnya darah atau nanah berwarna putih, hijau atau kuning.

Kondisi ini menjadi semakin penting apabila benjolan muncul tepat di sekitar lubang tindik. Tindik pada dasarnya merupakan luka pada kulit, sehingga selama proses penyembuhan bakteri dapat masuk dan menyebabkan infeksi. NHS bahkan menyarankan agar infeksi pada tindik mendapatkan perhatian medis, terutama ketika terdapat tanda seperti nyeri, pembengkakan, panas, kemerahan atau nanah. Dengan demikian, benjolan nyeri di daun telinga yang berhubungan dengan tindik sebaiknya tidak langsung diperlakukan seperti jerawat biasa.

Namun, tidak semua cairan yang keluar dari tindik berarti infeksi. Pada tindik baru, sedikit rasa nyeri, gatal, kemerahan ringan dan cairan pucat yang kemudian membentuk kerak dapat terjadi selama proses penyembuhan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika keluhan tersebut semakin berat, bukan semakin membaik. Perubahan dari ringan menjadi semakin sakit, panas, bengkak dan bernanah merupakan alasan untuk mendapatkan penilaian medis.

Benjolan di Bagian Atas Telinga Bisa Lebih Serius daripada Benjolan di Daun Telinga
Lokasi benjolan ternyata sangat penting. Daun telinga bagian bawah atau cuping sebagian besar terdiri dari jaringan lunak, sedangkan bagian atas dan beberapa bagian lain dari telinga memiliki tulang rawan. Jika benjolan yang nyeri muncul pada area yang memiliki tulang rawan, terutama setelah tindik atau mengalami cedera, dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan perikondritis.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa perikondritis merupakan infeksi pada jaringan yang melapisi tulang rawan telinga dan dapat menyebabkan nyeri, kemerahan serta pembengkakan. Trauma telinga, termasuk tindik pada tulang rawan bagian atas, merupakan salah satu penyebab yang umum. Kondisi ini berbeda dari masalah pada cuping telinga karena perikondritis biasanya mengenai bagian atas telinga dan tidak mengenai daun telinga bagian bawah yang tidak memiliki tulang rawan.

Mengapa kondisi ini perlu diperhatikan? Karena infeksi yang tidak ditangani dapat menyebabkan terbentuknya abses di antara jaringan telinga dan tulang rawan. Cleveland Clinic memperingatkan bahwa abses tersebut dapat mengganggu aliran darah menuju tulang rawan dan menyebabkan kerusakan jaringan, bahkan berpotensi menimbulkan perubahan bentuk telinga yang menetap. Ini bukan berarti setiap benjolan nyeri di telinga merupakan perikondritis, tetapi lokasi benjolan dan adanya riwayat tindik atau trauma dapat menjadi informasi yang sangat penting.

Karena itu, apabila benjolan terasa sakit dan berada pada bagian telinga yang bertulang rawan, terlebih jika telinga tampak merah dan bengkak setelah tindik atau cedera, sebaiknya jangan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan. Infeksi pada jaringan tulang rawan memiliki pertimbangan penanganan yang berbeda dibandingkan jerawat atau bisul sederhana.

Bisa Juga Kista yang Sedang Meradang, Bukan Benjolan Baru
Kemungkinan lain yang sering mengecoh adalah kista epidermoid. Benjolan jenis ini dapat berada di bawah kulit dalam waktu lama tanpa menimbulkan rasa sakit, kemudian tiba-tiba mengalami peradangan sehingga berubah menjadi merah, bengkak dan nyeri. Inilah salah satu alasan seseorang dapat merasa bahwa “benjolan baru muncul kemarin”, padahal struktur dasarnya mungkin sudah berada di bawah kulit sebelum akhirnya mengalami perubahan.

Kista yang meradang dapat menyerupai jerawat atau bisul karena permukaan kulit menjadi lebih merah dan sensitif. Perbedaannya adalah kista merupakan struktur berbentuk kantong di bawah kulit, sedangkan bisul merupakan infeksi yang berhubungan dengan folikel rambut dan jaringan di sekitarnya. Tanpa pemeriksaan langsung, keduanya dapat sulit dibedakan hanya berdasarkan foto atau sentuhan.

Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa memencet benjolan bukan tindakan yang ideal. Jika benjolan merupakan kista, tekanan mungkin hanya mengeluarkan sebagian isinya sementara kapsulnya tetap berada di bawah kulit sehingga benjolan dapat muncul kembali. Selain itu, memencet atau menusuk kulit sendiri dapat menambah luka dan meningkatkan kemungkinan infeksi.

Jadi, meskipun benjolan tampak seperti memiliki “mata” atau titik putih, bukan berarti tindakan terbaik adalah langsung memecahkannya. Jika ukurannya semakin besar, semakin sakit atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan dokter dapat membantu membedakan apakah masalah tersebut merupakan bisul, kista yang meradang, atau kondisi lainnya.

Mengapa Benjolan Bisa Sangat Sakit Padahal Ukurannya Kecil?
Ada alasan mengapa benjolan kecil di telinga terkadang terasa jauh lebih menyakitkan dibandingkan benjolan dengan ukuran yang sama di bagian tubuh lain. Daerah telinga memiliki banyak ujung saraf dan sering mengalami tekanan atau gesekan dari benda yang digunakan sehari-hari, seperti masker, kacamata, helm, earphone dan headset. Akibatnya, sedikit pembengkakan dapat membuat jaringan di sekitarnya menjadi sangat sensitif.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa bisul dapat terasa sangat menyakitkan pada area tertentu, termasuk telinga, karena karakteristik jaringan dan sensitivitas daerah tersebut. Jadi, tingkat rasa sakit tidak selalu berbanding lurus dengan ukuran benjolan. Benjolan kecil yang berada di lokasi sensitif dapat terasa berdenyut atau sangat sakit ketika tersentuh.

Namun, rasa sakit yang meningkat secara progresif tetap perlu diperhatikan. Jika hari pertama hanya sedikit nyeri tetapi beberapa hari kemudian benjolan semakin besar, semakin panas, semakin merah atau mulai mengeluarkan cairan, perubahan tersebut lebih penting daripada sekadar ukuran benjolannya. Dalam konteks infeksi, peningkatan nyeri bersama pembengkakan dan kemerahan dapat menjadi tanda bahwa proses peradangan sedang berkembang.

Karena itu, jangan hanya mengukur benjolan berdasarkan diameternya. Perhatikan juga apakah rasa sakit bertambah, apakah kulit berubah warna, apakah terasa hangat ketika disentuh, dan apakah terdapat cairan. Serangkaian perubahan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih berguna mengenai kondisi yang sedang terjadi.

Kapan Benjolan Nyeri di Daun Telinga Tidak Lagi Aman untuk Ditunggu?
Pertanyaan paling penting sebenarnya bukan “apakah ini bisul?”, melainkan “kapan saya harus berhenti menunggu dan memeriksakannya?”. Jika benjolan semakin besar dan sakit, kulit di sekitarnya semakin merah atau panas, terdapat nanah, muncul demam atau menggigil, atau tubuh terasa tidak enak badan, sebaiknya mencari pertolongan medis. NHS memasukkan pembengkakan, nyeri, panas, kemerahan, nanah serta rasa demam atau menggigil sebagai tanda yang dapat menunjukkan infeksi pada tindik.

Perhatian khusus diperlukan jika benjolan berada pada tulang rawan telinga. Perikondritis dapat berkembang setelah trauma atau tindik dan, jika tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi pada tulang rawan. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa keterlambatan diagnosis dan pengobatan dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan dan perubahan bentuk telinga. Karena itu, benjolan yang sakit di bagian atas telinga tidak sebaiknya disamakan begitu saja dengan jerawat di cuping.

Demikian pula, jika rasa sakit tidak membaik atau justru terus bertambah selama beberapa hari, pemeriksaan menjadi pilihan yang lebih aman. Cleveland Clinic menyarankan evaluasi medis ketika nyeri telinga menetap lebih dari beberapa hari atau berulang, karena rasa sakit dapat memiliki berbagai penyebab dan tidak selalu berasal dari kondisi yang sama.

Jangan Langsung Dipencet, Karena Benjolan Nyeri Bisa Memiliki Penyebab yang Berbeda
Ketika melihat benjolan merah dan sakit di daun telinga, keinginan untuk memencetnya memang sangat besar, terutama jika terlihat seperti jerawat dengan titik putih. Namun, tindakan tersebut dapat menjadi masalah apabila benjolan sebenarnya merupakan infeksi yang lebih dalam, kista yang meradang, atau masalah pada jaringan sekitar tulang rawan. Bisul memang dapat pecah dan mengeluarkan nanah dengan sendirinya, tetapi sebagian kasus memerlukan tindakan medis untuk mengeluarkan nanah secara aman.

Untuk sementara, menjaga area tetap bersih dan menghindari tekanan atau gesekan berlebihan merupakan langkah yang lebih aman daripada menusuk atau memecahkan benjolan sendiri. Jika benjolan berkaitan dengan tindik yang diduga mengalami infeksi, NHS menyarankan agar perhiasan tetap berada di tempatnya kecuali dokter menyarankan untuk melepasnya.

Pada akhirnya, benjolan di daun telinga yang terasa nyeri saat disentuh memang bisa berupa bisul, tetapi tidak selalu demikian. Bisa saja terjadi infeksi di sekitar tindik, kista yang mengalami peradangan, atau pada lokasi tertentu bahkan infeksi pada jaringan yang melapisi tulang rawan telinga. Petunjuk yang paling penting adalah kombinasi antara lokasi, perubahan ukuran, warna kulit, rasa panas, keluarnya cairan, riwayat tindik atau cedera, serta muncul tidaknya gejala seperti demam dan menggigil.

Jadi, apabila benjolan hanya kecil dan keluhannya ringan, seseorang dapat mengamatinya dengan hati-hati tanpa memencetnya. Namun, jika benjolan semakin sakit, membesar, terasa panas, kulit di sekitarnya semakin merah, mengeluarkan nanah, disertai demam, atau terletak pada bagian tulang rawan telinga, sebaiknya jangan mengandalkan dugaan bahwa itu hanyalah jerawat atau bisul biasa. Pemeriksaan langsung oleh dokter dapat menentukan penyebab dan memastikan apakah diperlukan pengobatan seperti antibiotik, drainase, atau penanganan lainnya. Informasi ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis serta pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.

Catatan Mahasiswa Kedokteran
Penulia : Fitriani Umar
Referensi Artikel : Blogger Sulawesi - Kesehatan

Artikel Terbaru!
Recent Posts Widget
Benjolan di Daun Telinga Terasa Nyeri Saat Disentuh, Apakah Tanda Infeksi, Bisul, atau Tanda Bahaya Lain? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Boegis Fashion
 

KIRIM PESAN ATAU TULISAN

Nama

Email *

Pesan *